Dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Ruang Rapat Praja Mandala (5/2), Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menyampaikan pesan mendalam Bupati Klungkung mengenai transformasi fundamental pembangunan daerah. Bupati menekankan bahwa perencanaan tahun 2027 harus menjadi kelanjutan dari langkah berani tahun 2026, di mana alokasi infrastruktur Nusa Penida sebesar Rp200 Miliar menjadi tonggak sejarah. Visi Bupati berfokus pada penguatan layanan dasar yang berkeadilan, di mana pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata harus mampu mengatasi celah fiskal daerah sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di pelosok desa.
Menanggapi arah kebijakan tersebut, Bappeda Provinsi Bali memberikan laporan dan arahan strategis mengenai pentingnya sinkronisasi antara perencanaan kabupaten dengan target makro pembangunan Bali. Perwakilan Bappeda Provinsi menekankan bahwa RKPD Klungkung 2027 harus selaras dengan sasaran “Bali Semesta Berencana”, khususnya dalam upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Provinsi menyoroti bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan Klungkung harus tetap mendukung konektivitas antarwilayah di Bali, sehingga integrasi pembangunan antara daratan dan kepulauan dapat menjadi pilar stabilitas ekonomi regional.
Bappeda Klungkung melalui Kepala Bappeda Ketut Arie Gunawan, merangkum seluruh poin strategis tersebut menjadi draf perencanaan yang terukur. Bappeda berkomitmen membedah setiap aspirasi dari 100 peserta forum untuk memastikan visi besar Bupati dan target sinkronisasi dari Provinsi Bali dapat diterjemahkan ke dalam indikator kinerja yang konkret. Dengan pendekatan ini, Bappeda Klungkung memastikan bahwa RKPD 2027 bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah peta jalan yang solid untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi nasional.